MAKALAH
MEDIA PENGAJARAN
Isyarat dengan Satu Tangan, Isyarat dengan Dua Tangan,
Menunjuk ke Telinga dan Mata
Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas :
Mata
Kuliah : Hadits Tarbawi I
Dosen
Pengampu : H. Mubarok, Lc
![]() |
Nama Kelompok :
NIM
1.
Akhmad Muzakki 2021210071
2.
Lukman Hakim 2021210076
KEMENTERIAN
AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
REGULER EKSTENSI KELAS B SEMESTER 3
PENDAHULUAN
Dalam suatu proses belajar mengajar dua unsur yang amat penting adalah
metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan,
pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengarauhi jenis media
pengajaran yang sesuai. Meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus
diperhatikan dalam memilih media.
Pada dasarnya pendidik harus bisa melihat situasi dan kondisi ketika akan
memanfaatkan suatu media pengajaran, karena dengan media pengajaran seorang
pendidik akan lebih mudah dalam menyampaikan pelajaran kepada peserta didik, tentunya akan lebih mudah pula
bagi anak didik dalam menerima pelajaran.
Dalam makalah ini akan menjelaskan media pengajaran yang diajarkan oleh
Rasulullah kepada sahabatnya, diantaranya media pengajaran yang sangat
sederhana yaitu isyarat dengan satu tangan, isyarat dengan dua tangan, menunjuk
ke telinga dan mata. Mudah-mudahan dengan penjelasan dalam makalah ini akan
bermanfaat bagi pembaca.
PEMBAHASAN
1.
Isyarat dengan Satu Tangan
عن ابى هريرة رضي الله عنه قال : (كان رجل من
الأنصار يجلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فيسمع من النبي صلى الله عليه وسلم
الحديث فيعجبه ولا يحفظه، وشكا ذالك إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يارسول
الله إنى اسمع منك الحديث فيعجبني ولا أحفظه، وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم
(إستعن بيمينك) وأو مأ بيده للخط ) أخرجه الترمذي فى سننه كتاب العلم
Artinya:
“Dari Abu Hurairah r.a berkata:
Sesungguhnya dari golongan Anshor duduk disamping Rasulullah, lalu ia mendengar
hadits dari Nabi Muhammad SAW kemudia ia tertarik kepadanya tetapi tidak bisa
menghafalnya, lalu ia mengadukan hal itu kepada Rasulullah SAW sambil berkata:
Wahai Rasulullah sungguh aku mendengar hadits
dari engkau lalu aku tertarik kepadanya, tapi aku tidak bisa
menghafalnya. Rasul SAW bersabda: minta tolonglah kepada tanganmu dan beliau
memberi isyarat dengan tangan beliau kepada tulisan”.[1]
Penjelasan:
Hadist diatas
menerangkan bagaimana seorang pendidik dalam memberikan pendidikan kepada
peserta didiknya dengan cara menggunakan media yang sederhana yang ada pada
diri peserta didik yaitu dengan isyarat satu tangan. Pada dasarnya media
pengajaran berfungsi sebagai alat bantu belajar mengajar khususnya pada peserta
didik yang sengaja ditata dan diciptakan oleh pendidikan guna mencapai tujuan
pengajaran yang diharapkan. [2]
Hadits Pendukung:
وعن عا
ئشة رضى الله عنها قالت : كان علام رسول الله عليه علا ما فصلا نفهمه على من
يسمعه. رواه
ابوا داود
Artinya:
“Dari ‘Aisah ra berkata:
perkataan Rasulullah adalah ucapan yang sangat jelas jika orang lain
mendengarnya pasti dapat memahaminya”. [3]
Nilai-nilai Tarbawi:
1.
Pendidik harus bisa
memberikan solusi alternatif kepada peserta didik manakala peserta didiknya
mengalami kesulitan dalam belajar.
2.
Seorang pendidik harus
trampil, kreatif dalam memanfaatkan media pengajaran yang ada.
2.
Isyarat denga Dua Tangan
اخرج البخاري فى الكتاب الغسل عن جبير بن مطعم رضي
الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (أما أنا فأفيض على رأسى
ثلاثا، وأشار بيديه كلتيها)
Artinya:
“Meriwayatkan
Imam Bukhari didalam kitab (Bab Mandi), dari Jubair bin Muth’im r.a berkata: Rasulullah
SAW bersabda: adapun saya (Rasulullah) meratakan air diatas kepala saya tiga
kali dan memberi isyarat dengan kedua tangannya”.
Penjelasan:
Hadits ini menerangkan bahwa Rasul memberikan contoh teladan baikdalam
setiap prilaku, sampai hal-hal sekecil apapun beliau selalu memperhatikan.
Ketika Rasulullah mandi jinabat beliau mengajarkan kepada sahabatnya. Ketika
itu beliau menyiramkan air diatas kepala sebanyak tiga kali dan hal ini
kemudian menjadi pelajaran bagi sahabatnya untuk dicontoh oleh umatnya.
Hadits Pendukung:
وعن عا
ئشة رضى الله عنها قالت : ان النبي صلى الله عليه وسلم كان
الغسل من الجنابة، بداء فغسل بيديه ثم يترضاء الصلاة ثم يدخل اصابعه فى الماء فبيخلل بها اصول الشعر
ثم يصب على رأسه ثلاث عرب بيديه ثم يفيد الماء على خلده كله
Artinya:
“Dari
‘Aisyah berkata: sesungguhnya Nabi SAW apabila mandi dari jinabat beliau
memulai terlebih dahulu membasuh kedua tangan, kemudian berwudhu sebagaimana beliau
berwudhu untuk melakukan shalat, kemudian memasukkan air ke tempat pertumbuhan
rambut dengan jari-jarinya, sesudah itu beliau menuangkan air diatas kepalanya
sampai 3 kali dengan kedua tangannya sehabis itu beliau menyiramkan air ke
seluruh tubuh.
Nilai-nilai Tarbawi :
1.
Seorang pendidik
hendaknya dalam menjelaskan materi, pendidik menyampaikannya dengan
jelas,runtut agar dapat dipahami oleh peserta didik dengan mudah.
2.
Seorang pendidik dapat
memanfaatkan media yang ada serta yang mudah dapat dijangkau oleh peserta
didik.
3. Menunjuk ke Telinga dan Mata
وعن سليم بن جبير مولى أبي هريرة رضي الله عنه قال :
سمعت ابا هريرة يقرأ هذه الآية : (ان الله
يأ مركم أن
تؤدا الأمانات إلى اهلها) إلى قوله تعالى (سميعا بصيرا) قال رايت رسول الله صلى
الله عليه وسلم يضع إبهامه على أذنه والتي تليها على عينيه. أخرجه ابو دود فى سننه
Artinya:
“Dari
Salim bin Jubair berawal dari Abi Hurairah ra beliau berkata: saya mendengar
Abi Hurairah membaca ayat ini “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk
menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerima amanat itu) sampai ayat
ini (Maha Mendengar dan Maha Melihat) saya melihat Rasulullah meletakkan ibu
jarinya atas telinga dan jari telunjuk atas matanya (menunjuk telinga dan mata)
H.R Abu Daud.
Penjelasan:
Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu menyampaikan amanah kepada
orang yang berhak menerima amanah itu, karena amanah merupakan sebuah titipan
yang harus disampaikan. Orang yang menerima amanah tersebut merupakan orang
yang mendapatkan kepercayaan dari orang lainsehingga kita harus melaksanakan
sesuai dengan apa yang diamanahkan. Kita harus menyampaikan amanah itu dengan
apa adanya tanpa harus mengurangi atau menambahnya.
Hadits Pendukung:
عن أبي هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله
عليه وسلم قال : اية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد اخلف وإذا أوتمن خان
Artinya:
“Dari
Abu Hurairah r.a sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: tanda-tanda orang
munafik ada 3, (1) ketika berbicara selalu bohong, (2) ketika janji selalu
mengingkari, (3) ketika dipercaya selalu khianat.”
Nilai-nilai Tarbawi:
1.
Mendidik seorang untuk
selalu berprilaku jujur
2.
Mendidik kita agar
selalu tolong menolong antar satu dengan yng lain
3.
Memdidik kita agar
selalu memiliki rasa tanggung jawab.
KESIMPULAN
Dari penjelasan hadits-hadits diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan
media pengajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar, karena media
pengajaran sangat membantu pendidik dalam menyampikan materi kepada peserta
didik.
Media itu sendiri adalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang
fikiran, perasaan, dan minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa
sehingga proses belajar mengajar terwujud.
Penggunaan media pengajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi agar
peserta didik dapat memperoleh tujuan dari belajar tersebut. Kita bisa memanfaatkan
media sederhana sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam haditsnya.
DAFTAR PUSTAKA
Imam Nawawi, Terjemahan Sholihin Jilid I,
Jakarta: Pustaka Amani
Al-Bukhari,Al-Imam. Shahih
Bukhari Cet II, Surabaya: Al-Asyriyah 1981
Azhar Arsyad, Media
Pengajaran, PT. Raja Grafindo Persada,
[1] Al-Bukhari,Al-Imam. Shahih Bukhari Cet
II, Surabaya: Al-Asyriyah 1981
[2] Azhar Arsyad, Media Pengajaran, PT.
Raja Grafindo Persada, hal 2
[3] Imam Nawawi, Terjemahan Sholihin Jilid
I, Jakarta: Pustaka Amani

Tidak ada komentar:
Posting Komentar