Minggu, 24 Juni 2012

MAKALAH HADIST TARBAWI


MAKALAH
MEDIA PENGAJARAN
Isyarat dengan Satu Tangan, Isyarat dengan Dua Tangan, Menunjuk ke Telinga dan Mata

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas :
  Mata Kuliah                        : Hadits Tarbawi I
Dosen Pengampu                : H. Mubarok, Lc

 










Nama Kelompok  :                              NIM
1.              Akhmad Muzakki                               2021210071
2.              Lukman Hakim                                   2021210076


KEMENTERIAN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
REGULER EKSTENSI KELAS B SEMESTER 3

PENDAHULUAN

Dalam suatu proses belajar mengajar dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan, pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengarauhi jenis media pengajaran yang sesuai. Meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media.
Pada dasarnya pendidik harus bisa melihat situasi dan kondisi ketika akan memanfaatkan suatu media pengajaran, karena dengan media pengajaran seorang pendidik akan lebih mudah dalam menyampaikan pelajaran kepada  peserta didik, tentunya akan lebih mudah pula bagi anak didik dalam menerima pelajaran.
Dalam makalah ini akan menjelaskan media pengajaran yang diajarkan oleh Rasulullah kepada sahabatnya, diantaranya media pengajaran yang sangat sederhana yaitu isyarat dengan satu tangan, isyarat dengan dua tangan, menunjuk ke telinga dan mata. Mudah-mudahan dengan penjelasan dalam makalah ini akan bermanfaat bagi pembaca.  














PEMBAHASAN

1.        Isyarat dengan Satu Tangan
عن ابى هريرة رضي الله عنه قال : (كان رجل من الأنصار يجلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فيسمع من النبي صلى الله عليه وسلم الحديث فيعجبه ولا يحفظه، وشكا ذالك إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يارسول الله إنى اسمع منك الحديث فيعجبني ولا أحفظه، وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم (إستعن بيمينك) وأو مأ بيده للخط ) أخرجه الترمذي فى سننه كتاب العلم                                    
                                   
 Artinya:
“Dari Abu Hurairah r.a berkata: Sesungguhnya dari golongan Anshor duduk disamping Rasulullah, lalu ia mendengar hadits dari Nabi Muhammad SAW kemudia ia tertarik kepadanya tetapi tidak bisa menghafalnya, lalu ia mengadukan hal itu kepada Rasulullah SAW sambil berkata: Wahai Rasulullah sungguh aku mendengar hadits  dari engkau lalu aku tertarik kepadanya, tapi aku tidak bisa menghafalnya. Rasul SAW bersabda: minta tolonglah kepada tanganmu dan beliau memberi isyarat dengan tangan beliau kepada tulisan”.[1]

Penjelasan:
Hadist diatas menerangkan bagaimana seorang pendidik dalam memberikan pendidikan kepada peserta didiknya dengan cara menggunakan media yang sederhana yang ada pada diri peserta didik yaitu dengan isyarat satu tangan. Pada dasarnya media pengajaran berfungsi sebagai alat bantu belajar mengajar khususnya pada peserta didik yang sengaja ditata dan diciptakan oleh pendidikan guna mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. [2]  



Hadits Pendukung:
وعن عا ئشة رضى الله عنها قالت : كان علام رسول الله عليه علا ما فصلا نفهمه على من يسمعه. رواه ابوا داود                                                                                                                                  
Artinya:
“Dari ‘Aisah ra berkata: perkataan Rasulullah adalah ucapan yang sangat jelas jika orang lain mendengarnya pasti dapat memahaminya”. [3] 

Nilai-nilai Tarbawi:
1.      Pendidik harus bisa memberikan solusi alternatif kepada peserta didik manakala peserta didiknya mengalami kesulitan dalam belajar.
2.      Seorang pendidik harus trampil, kreatif dalam memanfaatkan media pengajaran yang ada.

2.   Isyarat denga Dua Tangan
اخرج البخاري فى الكتاب الغسل عن جبير بن مطعم رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (أما أنا فأفيض على رأسى ثلاثا، وأشار بيديه كلتيها)                                          
Artinya:
   “Meriwayatkan Imam Bukhari didalam kitab (Bab Mandi), dari Jubair bin Muth’im r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: adapun saya (Rasulullah) meratakan air diatas kepala saya tiga kali dan memberi isyarat dengan kedua tangannya”.

Penjelasan:
Hadits ini menerangkan bahwa Rasul memberikan contoh teladan baikdalam setiap prilaku, sampai hal-hal sekecil apapun beliau selalu memperhatikan. Ketika Rasulullah mandi jinabat beliau mengajarkan kepada sahabatnya. Ketika itu beliau menyiramkan air diatas kepala sebanyak tiga kali dan hal ini kemudian menjadi pelajaran bagi sahabatnya untuk dicontoh  oleh umatnya.

Hadits Pendukung:
وعن عا ئشة رضى الله عنها قالت : ان النبي صلى الله عليه وسلم كان الغسل من الجنابة، بداء فغسل بيديه ثم يترضاء الصلاة  ثم يدخل اصابعه فى الماء فبيخلل بها اصول الشعر ثم يصب على رأسه ثلاث عرب بيديه ثم يفيد الماء على خلده كله                                                            
Artinya:
“Dari ‘Aisyah berkata: sesungguhnya Nabi SAW apabila mandi dari jinabat beliau memulai terlebih dahulu membasuh kedua tangan, kemudian berwudhu sebagaimana beliau berwudhu untuk melakukan shalat, kemudian memasukkan air ke tempat pertumbuhan rambut dengan jari-jarinya, sesudah itu beliau menuangkan air diatas kepalanya sampai 3 kali dengan kedua tangannya sehabis itu beliau menyiramkan air ke seluruh tubuh.

Nilai-nilai Tarbawi :
1.      Seorang pendidik hendaknya dalam menjelaskan materi, pendidik menyampaikannya dengan jelas,runtut agar dapat dipahami oleh peserta didik dengan mudah.
2.      Seorang pendidik dapat memanfaatkan media yang ada serta yang mudah dapat dijangkau oleh peserta didik.

3.    Menunjuk ke Telinga dan Mata
وعن سليم بن جبير مولى أبي هريرة رضي الله عنه قال : سمعت ابا هريرة يقرأ هذه الآية : (ان الله
 يأ مركم أن تؤدا الأمانات إلى اهلها) إلى قوله تعالى (سميعا بصيرا) قال رايت رسول الله صلى الله عليه وسلم يضع إبهامه على أذنه والتي تليها على عينيه. أخرجه ابو دود فى سننه                                
Artinya:
“Dari Salim bin Jubair berawal dari Abi Hurairah ra beliau berkata: saya mendengar Abi Hurairah membaca ayat ini “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerima amanat itu) sampai ayat ini (Maha Mendengar dan Maha Melihat) saya melihat Rasulullah meletakkan ibu jarinya atas telinga dan jari telunjuk atas matanya (menunjuk telinga dan mata) H.R Abu Daud.

Penjelasan:
Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu menyampaikan amanah kepada orang yang berhak menerima amanah itu, karena amanah merupakan sebuah titipan yang harus disampaikan. Orang yang menerima amanah tersebut merupakan orang yang mendapatkan kepercayaan dari orang lainsehingga kita harus melaksanakan sesuai dengan apa yang diamanahkan. Kita harus menyampaikan amanah itu dengan apa adanya tanpa harus mengurangi atau menambahnya.

Hadits Pendukung:
عن أبي هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : اية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد اخلف وإذا أوتمن خان                                                                              
Artinya:
“Dari Abu Hurairah r.a sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: tanda-tanda orang munafik ada 3, (1) ketika berbicara selalu bohong, (2) ketika janji selalu mengingkari, (3) ketika dipercaya selalu khianat.”

Nilai-nilai Tarbawi:
1.      Mendidik seorang untuk selalu berprilaku jujur
2.      Mendidik kita agar selalu tolong menolong antar satu dengan yng lain
3.      Memdidik kita agar selalu memiliki rasa tanggung jawab.

       








KESIMPULAN

Dari penjelasan hadits-hadits diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pengajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar, karena media pengajaran sangat membantu pendidik dalam menyampikan materi kepada peserta didik.
Media itu sendiri adalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, dan minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terwujud.
Penggunaan media pengajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi agar peserta didik dapat memperoleh tujuan dari belajar tersebut. Kita bisa memanfaatkan media sederhana sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam haditsnya.

















DAFTAR PUSTAKA

Imam Nawawi, Terjemahan Sholihin Jilid I, Jakarta: Pustaka Amani

Al-Bukhari,Al-Imam. Shahih Bukhari Cet II, Surabaya: Al-Asyriyah 1981

Azhar Arsyad, Media Pengajaran, PT. Raja Grafindo Persada,



[1] Al-Bukhari,Al-Imam. Shahih Bukhari Cet II, Surabaya: Al-Asyriyah 1981
[2] Azhar Arsyad, Media Pengajaran, PT. Raja Grafindo Persada, hal 2
[3] Imam Nawawi, Terjemahan Sholihin Jilid I, Jakarta: Pustaka Amani